Berpikir Cerdas Meningkatkan Kualitas

Ads 300px
Ilustrasi Berpikir Cerdas
Pernahkah tersirat dalam pikiran kita, bahwa kelak kita akan mengalami proses penuaan jika umur kita panjang? Pada umumnya manusia tidak pernah berpikir kearah fase perkembangan usia lanjut, karena banyak sekali manusia menyia-nyiakan perkembangan di fase yang seharusnya menggunakan akal atau pikirannya dengan sebaik-baiknya. Usia muda (remaja) adalah sebaik-baik akal atau pikiran untuk dikembangkan kearah mengingat (memory), dengan memaksimalkan daya serap kemampuan otak kita, yang perlu dipikirkan sekarang adalah sudah seberapa jauh kita telah menggunakan akal pikiran kita dalam mengkaji ilmu agama (spiritual), ilmu pengetahuan (intelligence), dan informasi-informasi lain yang dapat dikelola dengan baik sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Perlu diketahui bahwa pikiran adalah gagasan dan proses mental. Berpikir memungkinkan seseorang untuk merepresentasikan dunia sebagai model dan memberikan perlakuan terhadapnya secara efektif sesuai dengan tujuan, rencana, dan keinginan. Kata yang merujuk pada konsep dan proses yang sama diantaranya kognisi, pemahaman, kesadaran, gagasan, dan imajinasi.

Berpikir melibatkan manipulasi otak terhadap informasi, seperti saat kita membentuk konsep, terlibat dalam pemecahan masalah, melakukan penalaran, dan membuat keputusan. Berpikir adalah fungsi kognitif tingkat tinggi dan analisis proses berpikir menjadi bagian dari psikologi kognitif.

Pada dasarnya setiap manusia mampu mengelola konsep berpikirnya kearah yang lebih baik dan menyikapinya dengan bijak bila ada kesalahan hasil penalarannya, hanya saja bagi sebagian orang yang kurang bijak, orang lain sebagai sasaran kesalahannya, dikarenakan kurang informasi yang dapat dicerna oleh otak orang yang kurang bijak itu. Berpikir bijak adalah ciri-ciri berpikir orang cerdas yang memfungsikan kemampuan otak dan hatinya secara maksimal.

Masih hangat dalam pikiran kita, bagaimana kita harus mengelola pikiran kita agar bisa bangun pagi dan tiba di sekolah tidak terlambat. Pikiran memacu dan membangunkan fisik dan jiwa kita agar terkendali untuk melaksanakan aktifitas harian tanpa ada gangguan yang berarti, ada masalah dapat diselesaikan dengan baik dan cerdas.

Hal lain bagaimana kita harus mengelola jadwal mata pelajaran dan menyiasati cara belajar yang baik agar hasil ulangan kita sangat baik, sehingga dapat membuat orang tua senang karena hasil jerih payahnya untuk menyekolahkan kita menjadi sempurna.

Victor Frankl memberikan gambaran tentang pengalaman yang mampu mengarahkan pikiran pada diri seseorang untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya, ia mengemukakan tiga cara bagaimana kita dapat memberi arti bagi kehidupan kita melalui konsep logotherapy, diantaranya :
1.    Dengan memberi kepada dunia melalui suatu ciptaan atau karya.
2.    Dengan sesuatu yang kita ambil dari dunia dalam pengalaman.
3.    Dengan sikap yang kita ambil dari pengalaman.
Hal ini untuk memberikan pandangan kepada manusia agar memandang hidup bukan dengan segala keluhan dan ketidakberdayaan, akan tetapi menyiasati dengan segala kemampuan dan bakat yang ada di dalam diri seseorang.

Logotherapy memperingatkan  kita akan tanggung jawab kita di dunia ini, sejauh mana kita menyelesaikan tugas-tugas di tiap fase usia, dengan kata lain, kita ada di dunia untuk memberi arti di jenjang usia kita, sehingga kita menjadi manusia yang seutuhnya selain bermanfaat untuk diri sendiri juga bermanfaat bagi orang lain.

Coba cermati perjalanan usia kita, sudah adakah prestasi yang bisa membanggakan orang tua kita? Atau selama ini kita hanya bisa menyusahkan orang tua kita? Lalu untuk apa kita hidup bila tidak memiliki arti di dalam kehidupan ini?
Advertisement
Ads 300px
Perlu Anda Baca Juga:
Kosmikus Blog is proudly powered by Blogger.com - Ngasense Template Designed by AnuKom Blog.